Langsung ke konten utama
Beranda

Inovasi

INOVASI MAMA DESI NGEMIL

Terakhir diperbarui 24 Aug 2026

Di wilayah kerja Puskesmas Banua Lawas, anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak terhadap keselamatan ibu dan bayi. Berdasarkan data tahun 2024 terdapat 250 ibu hamil, di mana 23 orang (9%) mengalami anemia pada awal kehamilan. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), hingga kematian ibu dan bayi.

Selama ini upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih banyak ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi TTD akibat efek samping seperti mual, konstipasi, aroma tablet yang kurang nyaman, lupa mengonsumsi, kurangnya pengetahuan, serta minimnya dukungan keluarga. Akibatnya, kasus anemia masih ditemukan hingga menjelang persalinan.

Melihat kondisi anemia pada ibu hamil yang masih menjadi permasalahan di wilayah kerja Puskesmas Banua Lawas, dikembangkan inovasi MAMA DESI NGEMIL (Makan Kurma dan Zat Besi untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil) sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia secara berkelanjutan.

Inovasi ini mengombinasikan konsumsi buah kurma dengan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin, meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD, serta mengurangi risiko komplikasi yang disebabkan oleh anemia selama kehamilan. Pendekatan ini diharapkan menjadi cara yang lebih mudah diterima, nyaman, dan menarik bagi ibu hamil dalam menjalankan terapi pencegahan anemia.

Sejak tahun 2025, inovasi MAMA DESI NGEMIL diperluas dengan sasaran calon pengantin (catin), ibu hamil, hingga ibu nifas. Perluasan sasaran ini bertujuan membangun pencegahan anemia sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga setelah persalinan sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terjaga secara optimal.

Pelaksanaan inovasi MAMA DESI NGEMIL (Makan Kurma dan Zat Besi untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil) memberikan dampak positif terhadap upaya pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Banua Lawas. Dampak tersebut terlihat dari penurunan jumlah kasus anemia pada ibu hamil serta perluasan sasaran program hingga calon pengantin sebagai upaya pencegahan sejak sebelum kehamilan.

Penurunan Kasus Anemia pada Ibu Hamil

Pada tahun 2024, dari 250 ibu hamil terdapat 23 orang (9%) yang mengalami anemia pada awal kehamilan. Melalui pelaksanaan inovasi dan pendampingan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang dikombinasikan dengan konsumsi kurma, jumlah kasus anemia berhasil diturunkan menjadi 3 kasus menjelang persalinan.

Pada tahun 2025, dari 245 ibu hamil terdapat 20 orang (8%) yang mengalami anemia pada awal kehamilan. Setelah mengikuti program, seluruh ibu hamil berhasil mencapai kondisi bebas anemia menjelang persalinan, sehingga jumlah kasus menurun menjadi 0 kasus.

Perluasan Sasaran Program

Pada tahun 2026, inovasi MAMA DESI NGEMIL diperluas kepada calon pengantin (catin) sebagai langkah pencegahan anemia sejak masa prakonsepsi. Dari 77 calon pengantin yang mengikuti program, tidak ditemukan kasus anemia setelah pelaksanaan program, sehingga diharapkan kondisi kesehatan calon ibu telah optimal sebelum memasuki masa kehamilan.