Langsung ke konten utama
Beranda

Inovasi

SI MAMA CANTIK

Terakhir diperbarui 24 Aug 2026

Di wilayah Puskesmas Banua Lawas, penanganan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dan calon pengantin (catin) masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Meskipun program seperti pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), edukasi gizi, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah dilaksanakan, namun implementasinya belum sepenuhnya efektif. Banyak ibu hamil dan catin dengan status KEK yang tidak rutin mengonsumsi TTD karena berbagai alasan seperti lupa, merasa mual, tidak tahu manfaatnya, atau kurang termotivasi.

Pola makan pun cenderung tidak diperhatikan karena keterbatasan pengetahuan tentang jenis makanan bergizi yang sesuai. Edukasi yang diberikan selama kegiatan posyandu atau bimbingan catin seringkali hanya bersifat satu arah dan kurang berkesinambungan, sehingga pesan gizi tidak sepenuhnya dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, belum adanya alat bantu sederhana untuk memantau pola konsumsi makanan sehari-hari menyebabkan petugas atau kader kesulitan dalam mengevaluasi apakah intervensi yang diberikan benar-benar dijalankan oleh sasaran. Pemantauan hanya bersifat lisan dan terbatas pada saat kunjungan saja, tanpa data konkret dari ibu atau catin yang bersangkutan.

Akibatnya, banyak kasus KEK yang tidak tertangani dengan maksimal dan tetap berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah atau mengalami gangguan tumbuh kembang. Rendahnya keterlibatan aktif ibu dan keluarga dalam upaya perbaikan gizi menjadi hambatan utama dalam menurunkan angka KEK secara signifikan. Maka dari itu kami ciptakan inovasi " SI MAMA CANTIK " ( SISTEM PEMANTAUAN IBU HAMIL DAN CATIN KEK ).

Berkat inovasi ini, dari 40 orang (16%) ibu hamil dan 33 orang (20%) catin pada tahun 2024 yang mengalami KEK mampu diturunkan pada tahun 2025 menjadi 37 orang (12%) ibu hamil dan 15 orang (20%) catin. Inovasi ini juga berlanjut ke tahun 2026 sampai bulan Juni, di mana yang mengalami KEK menjadi 13 orang (12%) ibu hamil dan 5 orang (16%) catin.

Secara keseluruhan, inovasi leaflet pemantauan KEK ini terbukti efektif sebagai media edukatif dan alat bantu pemantauan yang mendorong perubahan perilaku dan perbaikan status gizi secara bertahap. Leaflet ini tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan aktif sasaran dan keluarganya.